{"id":14,"date":"2016-04-26T22:03:19","date_gmt":"2016-04-26T14:03:19","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.noekaz.com\/?p=14"},"modified":"2017-02-25T13:29:27","modified_gmt":"2017-02-25T05:29:27","slug":"apa-yang-perlu-dilakukan-setelah-instalasi-ubuntu-16-04-lts","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/tekno\/software\/apa-yang-perlu-dilakukan-setelah-instalasi-ubuntu-16-04-lts\/","title":{"rendered":"Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Instalasi Ubuntu 16.04 LTS?"},"content":{"rendered":"<p><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-19 alignnone\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.noekaz.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/Screenshot-desktop-1024x576.png?resize=640%2C360\" alt=\"Screenshot desktop\" width=\"640\" height=\"360\" \/><\/p>\n<p>Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Ubuntu 16.04 LTS! (Sok-sok jadi Linux&#8217;s enthusiast, padahal keseharian masih pake Windows). Ah, sudahlah. Kita di sini mau membahas apa sih yang perlu dilakukan setelah melakukan <em>fresh installation<\/em> Ubuntu 16.04 LTS? Nggak mungkin kan, habis <em>fresh install<\/em> dibiarin gitu-gitu\u00a0aja, diterima apa adanya. Jangan! Kalo Tulus bilang &#8216;<em>jangan cintai\u00a0aku apa adanya<\/em>&#8216;.<\/p>\n<p>Postingan ini sedikit\u00a0nyontek dari\u00a0<a href=\"http:\/\/www.omgubuntu.co.uk\/2016\/04\/10-things-to-do-after-installing-ubuntu-16-04-lts\" target=\"_blank\">omgubuntu.co.uk<\/a>\u00a0namun dengan beberapa\u00a0perbedaan sesuai selera saya sendiri. Terserah Anda mau ikut\u00a0yang mana. Berikut ini hal-hal yang perlu dilakukan setelah melakukan instalasi Ubuntu 16.04 LTS.<!--more--><\/p>\n<p><strong>1. Lihat Apa Sih yang Baru dari Ubuntu 16.04 LTS?<\/strong><\/p>\n<p>Setelah menatap monitor selama beberapa menit, sebagai orang awam dalam per-linux-an, jujur saya tidak melihat ada yang berubah dari versi sebelumnya. Panel masih ada di atas, launcher masih ada di samping kiri. Mungkin wallpaper sedikit ada perubahan. Trus apa\u00a0lagi\u00a0yang baru? Sebagai pengguna awam, saya tidak bisa berkomentar. Mungkin emang males berkomentar, ini kan blog yang nggak banyak bicara. Kalo masih ingin tahu bisa baca <a href=\"http:\/\/www.omgubuntu.co.uk\/2016\/04\/ubuntu-16-04-download-new-features\" target=\"_blank\">di sini<\/a>.<\/p>\n<p><strong>2. Lakukan Update<\/strong><\/p>\n<p>Meskipun baru aja dirilis, tetap aja ada\u00a0beberapa update yang udah nongol di Sofware Updater. Silakan di-update terutama yang security update. Kalo perlu update setiap hari. Tapi jangan memaksakan diri untuk tetap <em>update<\/em> kalo nggak punya koneksi internet <em>unlimited<\/em>. Paket internet di Indonesia mahal, setuju?<\/p>\n<p><strong>3. Install Driver Kartu Grafis<\/strong><\/p>\n<p>Install\u00a0Driver kartu grafis yang\u00a0<em>proprietary,<\/em>\u00a0terutama\u00a0yang suka main game dan menjalankan aplikasi seperti Blender. Sayangnya, untuk saat ini driver standar \u00a0kartu grafis AMD masih belum di-support. Untungnya saya pake kartu grafis Nvidia (GTX750Ti). Tapi setelah install driver Nvidia biasa waktu booting jadi lebih lama. Berdasarkan pengalaman pribadi, hal ini juga terjadi pada distro Linux yang lain yang pernah saya <em>install<\/em>. Distro yang paling parah adalah Solus. Habis install driver Nvidia, sama sekali nggak mau booting. <em>There&#8217;s only\u00a0a black screen with a blinking cursor<\/em>. Nggak tahu kenapa dan emang males\u00a0nyari\u00a0tahu, toh install Linux itu hanya untuk memuaskan rasa ingin tahu (definisi dari &#8216;iseng&#8217;).<\/p>\n<p><strong>4.\u00a0Install Media Codecs<\/strong><\/p>\n<p>Ini yang tidak bisa ditinggalkan sama sekali. Install codecs jadi kewajiban untuk yang suka dengerin musik dan nonton film. Ubuntu memang tidak menyertakan codecs. Tidak seperti keturunannya\u00a0si Linux Mint yang udah satu paket. Klik <a href=\"apt:\/\/ubuntu-restricted-extras\" target=\"_blank\">di sini<\/a> untuk install codecs.<\/p>\n<p><strong>5. Install Aplikasi Favorit<\/strong><\/p>\n<p>Ada beberapa aplikasi favorit yang langsung saya install setelah selesai install Ubuntu. Yang pertama adalah browser favorit saya, <a href=\"https:\/\/www.google.com\/chrome\/browser\/desktop\/\" target=\"_blank\">Google Chrome<\/a>.\u00a0Kedua, pemutar musik di mana aja kapan aja, <a href=\"https:\/\/www.spotify.com\/id\/download\/linux\/\" target=\"_blank\">Spotify<\/a>. Ketiga, pemutar video favorit, VLC.\u00a0Keempat, penyimpan file-file penting di negeri awan, <a href=\"https:\/\/www.dropbox.com\/id\/install?os=lnx\" target=\"_blank\">Dropbox<\/a>. Selain aplikasi\u00a0tersebut saya\u00a0juga\u00a0meng-install Synaptic Package Manager. Tanpa aplikasi ini, rasanya jadi\u00a0<em>powerless<\/em>. Untuk setting yang <em>advance<\/em>, bisa gunakan Unity Tweak Tool yang ada di Ubuntu Software.\u00a0Install aplikasi apa lagi ya?<\/p>\n<p><strong>6. Install New GTK and Icon Themes<\/strong><\/p>\n<p>Tampilan\u00a0Ubuntu yang standar\u00a0tentunya terasa sangat membosankan. Maka dari itu perlu untuk dilakukan perubahan tampilan <em>theme<\/em> dan <em>icon<\/em>.\u00a0Dari artikel yang saya contek, mereka merekomendasikan <em>Arc Theme<\/em>. Keterangan lebih lanjut bisa dilihat\u00a0<a href=\"https:\/\/github.com\/horst3180\/arc-theme\" target=\"_blank\">di sini<\/a>.\u00a0<em>Theme<\/em> yang sangat bagus, karena saya suka tampilan yang <em>flat<\/em>.\u00a0Jika tidak sesuai selera bisa\u00a0cari lewat google, tema-tema menarik lainnya. Saya sendiri memakai numix\u00a0yang bisa di-install lewat Synaptic.<\/p>\n<p>Yah, segitu aja dulu tulisan yang tidak penting ini. Masih banyak yang ingin saya tulis, tapi sepertinya tangan saya udah capek ngetik. The End.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Ubuntu 16.04 LTS! (Sok-sok jadi Linux&#8217;s enthusiast, padahal keseharian masih pake Windows). Ah, sudahlah. Kita di sini mau membahas apa sih yang perlu dilakukan setelah melakukan fresh installation Ubuntu 16.04 LTS? Nggak mungkin kan, habis fresh install dibiarin gitu-gitu\u00a0aja, diterima apa adanya. Jangan! Kalo Tulus bilang &#8216;jangan cintai\u00a0aku apa adanya&#8216;. &#8230; <a title=\"Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Instalasi Ubuntu 16.04 LTS?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/tekno\/software\/apa-yang-perlu-dilakukan-setelah-instalasi-ubuntu-16-04-lts\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Instalasi Ubuntu 16.04 LTS?\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1612,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":true,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[107],"tags":[79,80,81],"class_list":["post-14","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-software","tag-linux","tag-ubuntu","tag-xenial-xerus"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/Screenshot-desktop-1024x576.png?fit=640%2C360&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p3MFVG-e","jetpack-related-posts":[{"id":31,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/tekno\/internet\/apa-yang-telah-terjadi-antara-saya-nginx-mysql-php-wordpress-dan-digitalocean-com-part-1\/","url_meta":{"origin":14,"position":0},"title":"Apa yang Telah Terjadi Antara Saya, Nginx, MySQL, PHP, WordPress, dan DigitalOcean.com? Part 1","author":"noekaz","date":"29 April 2016","format":false,"excerpt":"Menyambung tulisan saya sebelumnya, saya ingin sedikit berbagi cerita tentang perjalanan saya mulai dari mendaftar di Digital Ocean hingga blog ini bisa running. Mendaftar Pertama-tama saya mengunjungi website\u00a0Digital Ocean\u00a0(jika Anda ingin mendaftar, saya harap Anda meng-klik link ini karena berisi kode referal saya). Kenapa Digital Ocean? Karena menurut beberapa artikel\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Internet&quot;","block_context":{"text":"Internet","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/tekno\/internet\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":629,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/tekno\/internet\/apa-yang-telah-terjadi-antara-saya-nginx-mysql-php-wordpress-dan-digitalocean-com-part-2\/","url_meta":{"origin":14,"position":1},"title":"Apa yang Telah Terjadi Antara Saya, Nginx, MySQL, PHP, WordPress, dan DigitalOcean.com? Part 2","author":"noekaz","date":"9 Mei 2016","format":false,"excerpt":"Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya. Kali ini saya ingin membahas tentang apa saja yang saya install di dalam droplet untuk membangun sebuah blog berbasis Wordpress. Ada tiga aplikasi yang dibutuhkan yaitu\u00a0web server, database server, PHP. Semua perintah yang digunakan menggunakan user root. Instalasi Web Server [Nginx] Ada\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Internet&quot;","block_context":{"text":"Internet","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/tekno\/internet\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":897,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/tekno\/internet\/apa-yang-telah-terjadi-antara-saya-nginx-mysql-php-wordpress-dan-digitalocean-com-part-3\/","url_meta":{"origin":14,"position":2},"title":"Apa yang Telah Terjadi Antara Saya, Nginx, MySQL, PHP, WordPress, dan DigitalOcean.com? Part 3","author":"noekaz","date":"20 Mei 2016","format":false,"excerpt":"\u00a0Instalasi Wordpress Sekarang saatnya meng-install Wordpress. \u00a0Pertama-tama saya memutuskan untuk meletakkan lokasi Wordpress di direktori \/srv\/www\/.\u00a0Saya membuat direktori www\u00a0menggunakan perintah mkdir. Masuk ke dalam direktori www\u00a0dan download Wordpress dengan menggunakan wget. wget https:\/\/wordpress.org\/latest.tar.gz Ekstrak file latest.tar.gz menggunakan perintah tar -zxvf latest.tar.gz. Maka akan ada direktori bernama wordpress. Anda bisa me-rename\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Internet&quot;","block_context":{"text":"Internet","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/tekno\/internet\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":915,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/kerjaan\/simda-keuangan\/apa-yang-terjadi-di-dalam-database-simda-keuangan-part-1\/","url_meta":{"origin":14,"position":3},"title":"Apa yang Terjadi di Dalam Database SIMDA Keuangan? Part 1","author":"noekaz","date":"20 Mei 2016","format":false,"excerpt":"Tulisan ini saya tulis hanya ingin\u00a0berbagi kepada\u00a0para administrator yang baru\u00a0berkecimpung dalam dunia per-SIMDA-an. Pengetahuan saya tentang apa yang terjadi di balik database SIMDA masih belum lengkap, masih perlu banyak belajar lagi.\u00a0Apa saja yang akan saya bahas di sini? Sesuai judulnya, saya akan membedah proses yang terjadi pada database SIMDA terutama\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;SIMDA Keuangan&quot;","block_context":{"text":"SIMDA Keuangan","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/kerjaan\/simda-keuangan\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/simdakeu.jpg?fit=1200%2C656&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/simdakeu.jpg?fit=1200%2C656&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/simdakeu.jpg?fit=1200%2C656&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/simdakeu.jpg?fit=1200%2C656&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/simdakeu.jpg?fit=1200%2C656&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":1266,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/kerjaan\/personal-project\/simda-bmd-berbasis-web\/","url_meta":{"origin":14,"position":4},"title":"Personal Project: SIMDA BMD Berbasis Web","author":"noekaz","date":"27 Mei 2016","format":false,"excerpt":"Kembali lagi dengan proyek iseng saya yang lain. Kali ini saya\u00a0membuat web interface untuk SIMDA BMD. Tulisan ini masih terkait dengan\u00a0tulisan saya sebelumnya. Di sana dijelaskan kenapa saya menyukai web based application. Saya merasa web based application memiliki lebih banyak keunggulannya, entah pendapat saya ini benar atau tidak. Karena tulisan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Personal Project&quot;","block_context":{"text":"Personal Project","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/kerjaan\/personal-project\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/bmdweb-1024x451.png?fit=640%2C282&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/bmdweb-1024x451.png?fit=640%2C282&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/bmdweb-1024x451.png?fit=640%2C282&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]},{"id":1725,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/kerjaan\/simda-keuangan\/cara-lain-input-saldo-awal-simda-keuangan-dan-mapping-opd-lama-ke-opd-baru\/","url_meta":{"origin":14,"position":5},"title":"Cara Lain Input Saldo Awal SIMDA Keuangan dan Mapping OPD Lama ke OPD Baru","author":"noekaz","date":"30 Juli 2017","format":false,"excerpt":"Menginput saldo awal pada SIMDA Keuangan merupakan rutinitas tahunan yang jika dikerjakan secara manual membutuhkan waktu yang lumayan lama. Apalagi kalau dikerjakan ketika hati sedang galau karena cicilan utang belum lunas. Memang SIMDA Keuangan sudah menyediakan menu untuk export-import saldo awal. Namun saya sendiri tidak pernah menggunakannya. Saya lebih suka\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;SIMDA Keuangan&quot;","block_context":{"text":"SIMDA Keuangan","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/kerjaan\/simda-keuangan\/"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1612"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}