{"id":27,"date":"2016-04-28T20:45:42","date_gmt":"2016-04-28T12:45:42","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.noekaz.com\/?p=27"},"modified":"2017-02-28T19:57:23","modified_gmt":"2017-02-28T11:57:23","slug":"perlu-nggak-sih-bagan-akun-standar-yang-sama-antara-penganggaran-penatausahaan-dan-pelaporan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/kerjaan\/ocehan\/perlu-nggak-sih-bagan-akun-standar-yang-sama-antara-penganggaran-penatausahaan-dan-pelaporan\/","title":{"rendered":"Perlu Nggak Sih Bagan Akun Standar yang Sama dari Penganggaran, Penatausahaan, sampai dengan Pelaporan?"},"content":{"rendered":"<p>Seharusnya tulisan ini saya tulis di akhir tahun 2014\u00a0yang lalu ketika Pemerintah Daerah bersiap-siap untuk menerapkan Standar Akuntansi Berbasis Akrual di tahun 2015. (Meskipun setahu saya\u00a0beberapa daerah sudah melaksanakan selama beberapa tahun) Tapi tak apalah, toh isi dari tulisan ini masih relevan untuk saya bahas. Namun dengan satu catatan penting untuk para pembaca\u00a0ketahui, tulisan ini dimaksudkan hanya untuk menghibur diri saya dari segala bentuk rutinitas pekerjaan. Dan satu lagi, semua isi tulisan ini hanyalah hal kecil yang suka saya besar-besarkan.<\/p>\n<p>Saya mulai dengan sebuah kalimat, &#8220;Jika bisa dipermudah kenapa harus dipersulit?&#8221; Kalimat\u00a0itu muncul di dalam kepala saya\u00a0ketika melakukan <em>mapping<\/em> kode rekening Permendagri 21 Tahun 2011 ke kode rekening Permendagri 64 Tahun 2013 pada aplikasi <a href=\"http:\/\/simda-online.com\/produk\/simda-keuangan\/\" target=\"_blank\">SIMDA Keuangan<\/a>. Masih ada <em>mapping<\/em> yang lain yaitu, <em>mapping<\/em> kode rekening Permendagri 21 Tahun 2011 ke kode rekening SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan). Semua <em>mapping<\/em> tersebut diperlukan karena kode rekening antara penganggaran dan penatausahaan (Permendagri 21 Tahun 2011) dengan pelaporan (Permendagri 64 Tahun 2013 dan SAP) berbeda. Kadang saya bertanya, kenapa semua kode rekening tersebut tidak disamakan dari penganggaran sampai dengan pelaporan? Maklum saya kadang\u00a0malas dalam urusan per-<em>mapping<\/em>-an, karena sering dibingungkan dengan pertanyaan, kode rekening ini mapping-nya ke kode rekening yang mana? Kok nggak ada? Solusinya adalah tambahkan! Sekian, dan masalah pun beres. Selama ada aplikasi yang membantu,\u00a0masalah <em>mapping<\/em> bukanlah bisa disebut sebagai sebuah masalah. Tapi entah kenapa &#8216;<em>hati nurani<\/em>&#8216; (baca: pola pikir seorang <em>programmer<\/em> yang ingin semua hal terstruktur dengan amat sangat rapi) saya masih belum bisa terima. Sekali lagi kalimat itu muncul lagi di dalam kepala saya. &#8220;Jika bisa dipermudah kenapa harus dipersulit?&#8221;. Akan terasa lebih mudah jika seluruh alur pengelolaan keuangan daerah memiliki satu standar kode rekening, saya istilahkan dengan &#8216;<em>Bagan Akun Emang Standar Dari Awal Sampai Akhir<\/em>&#8216;. Saya nggak bakalan pusing-pusing lagi me-<em>mapping<\/em>.<!--more--><\/p>\n<p>Mungkin akan ada satu\u00a0waktu ketika saya\u00a0dimintai Laporan Realisasi Anggaran (anggap saja seseorang yang awam dengan keuangan daerah), saya mungkin\u00a0akan balik bertanya, &#8220;Format SAP atau Permendagri?&#8221;, lalu yang minta nanya\u00a0lagi, &#8220;Bedanya apa?&#8221;. Dan saya harus menjelaskan ya itu tadi, <em>mapping<\/em>. Mungkin\u00a0orang itu akan bertanya lagi, &#8220;Bagusan yang mana?&#8221;. <em>What the<\/em>\u00a0&#8230; Dengan rasa sabar yang sudah tipis saya jawab,\u00a0&#8220;Bagusan bapak yang keluar dari sini. Pintu keluarnya ada di sana. Toilet sebelah kiri.&#8221; &#8220;Terima kasih.&#8221;<\/p>\n<p>Mungkin <em>mapping<\/em> yang paling bikin pusing adalah <em>mapping<\/em>\u00a0rekening Belanja Modal pada Permendagri 21 Tahun 2011 dengan rekening Belanja Modal di Permendagri 64 Tahun 2013 (yang strukturnya sangat mirip\u00a0kode aset Permendagri 17 Tahun 2007). Saya nggak berani\u00a0bilang keduanya benar-benar nggak nyambung, karena sesuatu yang dipaksakan akan nyambung juga meski terasa nggak nyaman. Bagi pengguna SIMDA BPKP, hal ini sudah disiasati dengan memodifikasi\u00a0kode rekening Belanja Modal Permendagri 21 Tahun 2011 biar sinkron dengan Permendagri 64 Tahun 2013 (terima kasih untuk BPKP yang sudah berpikir keras untuk ini).<\/p>\n<p>Saya menemukan beberapa hal yang sedikit tidak sinkron. Misalnya, Honorarium PNS, Honorarium Non PNS, Uang Lembur, dan Uang untuk diberikan kepada pihak ketiga\/masyarakat yang pada Permendagri 21 Tahun 2011 berada di Belanja Pegawai, namun di Permendagri 64 Tahun 2013 pasangannya ada di Belanja Barang dan Jasa.\u00a0Tapi sudahlah, sekali lagi anggap saja bukan hal\u00a0yang\u00a0besar, apalagi dibesar-besarkan, meski kadang terasa sedikit mengganjal. Yang menjadi pertanyaan adalah,\u00a0belanja-belanja tersebut cocoknya ada di mana? Belanja Pegawai atau Barang Jasa? Sebenarnya saya ingin membahasnya dari segi definisi, tapi berhubung saya sudah capek mengetik, saya akhiri saja tulisan ini.<\/p>\n<p>Saya akhiri tulisan ini dengan satu pertanyaan, &#8220;Perlu nggak sih Bagan Akun Standar yang sama dari\u00a0penganggaran, penatausahaan, sampai dengan\u00a0pelaporan?&#8221;\u00a0Sekian dan terima kasih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seharusnya tulisan ini saya tulis di akhir tahun 2014\u00a0yang lalu ketika Pemerintah Daerah bersiap-siap untuk menerapkan Standar Akuntansi Berbasis Akrual di tahun 2015. (Meskipun setahu saya\u00a0beberapa daerah sudah melaksanakan selama beberapa tahun) Tapi tak apalah, toh isi dari tulisan ini masih relevan untuk saya bahas. Namun dengan satu catatan penting untuk para pembaca\u00a0ketahui, tulisan ini &#8230; <a title=\"Perlu Nggak Sih Bagan Akun Standar yang Sama dari Penganggaran, Penatausahaan, sampai dengan Pelaporan?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/kerjaan\/ocehan\/perlu-nggak-sih-bagan-akun-standar-yang-sama-antara-penganggaran-penatausahaan-dan-pelaporan\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Perlu Nggak Sih Bagan Akun Standar yang Sama dari Penganggaran, Penatausahaan, sampai dengan Pelaporan?\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1653,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":true,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[106],"tags":[86,87,88],"class_list":["post-27","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ocehan","tag-bagan-akun-standar","tag-keuangan-daerah","tag-standar-akuntansi-pemerintahan"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/Permendagri_No._64_Tahun_2013.jpg?fit=424%2C600&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p3MFVG-r","jetpack-related-posts":[{"id":31,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/tekno\/internet\/apa-yang-telah-terjadi-antara-saya-nginx-mysql-php-wordpress-dan-digitalocean-com-part-1\/","url_meta":{"origin":27,"position":0},"title":"Apa yang Telah Terjadi Antara Saya, Nginx, MySQL, PHP, WordPress, dan DigitalOcean.com? Part 1","author":"noekaz","date":"29 April 2016","format":false,"excerpt":"Menyambung tulisan saya sebelumnya, saya ingin sedikit berbagi cerita tentang perjalanan saya mulai dari mendaftar di Digital Ocean hingga blog ini bisa running. Mendaftar Pertama-tama saya mengunjungi website\u00a0Digital Ocean\u00a0(jika Anda ingin mendaftar, saya harap Anda meng-klik link ini karena berisi kode referal saya). Kenapa Digital Ocean? Karena menurut beberapa artikel\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Internet&quot;","block_context":{"text":"Internet","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/tekno\/internet\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":14,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/tekno\/software\/apa-yang-perlu-dilakukan-setelah-instalasi-ubuntu-16-04-lts\/","url_meta":{"origin":27,"position":1},"title":"Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Instalasi Ubuntu 16.04 LTS?","author":"noekaz","date":"26 April 2016","format":false,"excerpt":"Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Ubuntu 16.04 LTS! (Sok-sok jadi Linux's enthusiast, padahal keseharian masih pake Windows). Ah, sudahlah. Kita di sini mau membahas apa sih yang perlu dilakukan setelah melakukan fresh installation Ubuntu 16.04 LTS? Nggak mungkin kan, habis fresh install dibiarin gitu-gitu\u00a0aja, diterima apa adanya. Jangan! Kalo Tulus\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Software&quot;","block_context":{"text":"Software","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/tekno\/software\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/Screenshot-desktop-1024x576.png?fit=640%2C360&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/Screenshot-desktop-1024x576.png?fit=640%2C360&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/Screenshot-desktop-1024x576.png?fit=640%2C360&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]},{"id":1266,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/kerjaan\/personal-project\/simda-bmd-berbasis-web\/","url_meta":{"origin":27,"position":2},"title":"Personal Project: SIMDA BMD Berbasis Web","author":"noekaz","date":"27 Mei 2016","format":false,"excerpt":"Kembali lagi dengan proyek iseng saya yang lain. Kali ini saya\u00a0membuat web interface untuk SIMDA BMD. Tulisan ini masih terkait dengan\u00a0tulisan saya sebelumnya. Di sana dijelaskan kenapa saya menyukai web based application. Saya merasa web based application memiliki lebih banyak keunggulannya, entah pendapat saya ini benar atau tidak. Karena tulisan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Personal Project&quot;","block_context":{"text":"Personal Project","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/kerjaan\/personal-project\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/bmdweb-1024x451.png?fit=640%2C282&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/bmdweb-1024x451.png?fit=640%2C282&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/bmdweb-1024x451.png?fit=640%2C282&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]},{"id":847,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/tekno\/internet\/pindah-dari-shared-hosting-ke-cloud-server-hosting\/","url_meta":{"origin":27,"position":3},"title":"Pindah dari Shared Hosting ke Cloud Server Hosting","author":"noekaz","date":"26 April 2016","format":false,"excerpt":"Berawal dari rasa penasaran ingin mencoba sesuatu yang baru. Dari yang selama ini sudah cukup puas menggunakan\u00a0shared hosting hingga\u00a0akhirnya nekat\u00a0mencoba menggunakan cloud server yang\u00a0harga sewanya\u00a0bisa berkali-kali lipat dari shared hosting. Kenapa sih memilih cloud server? Kalau pertanyaan itu ditanyakan kepada saya, saya akan jawab singkat aja,\u00a0'belum tahu, tapi biar\u00a0terdengar\u00a0keren aja\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Internet&quot;","block_context":{"text":"Internet","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/tekno\/internet\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.jpg?fit=600%2C200&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.jpg?fit=600%2C200&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.jpg?fit=600%2C200&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]},{"id":897,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/tekno\/internet\/apa-yang-telah-terjadi-antara-saya-nginx-mysql-php-wordpress-dan-digitalocean-com-part-3\/","url_meta":{"origin":27,"position":4},"title":"Apa yang Telah Terjadi Antara Saya, Nginx, MySQL, PHP, WordPress, dan DigitalOcean.com? Part 3","author":"noekaz","date":"20 Mei 2016","format":false,"excerpt":"\u00a0Instalasi Wordpress Sekarang saatnya meng-install Wordpress. \u00a0Pertama-tama saya memutuskan untuk meletakkan lokasi Wordpress di direktori \/srv\/www\/.\u00a0Saya membuat direktori www\u00a0menggunakan perintah mkdir. Masuk ke dalam direktori www\u00a0dan download Wordpress dengan menggunakan wget. wget https:\/\/wordpress.org\/latest.tar.gz Ekstrak file latest.tar.gz menggunakan perintah tar -zxvf latest.tar.gz. Maka akan ada direktori bernama wordpress. Anda bisa me-rename\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Internet&quot;","block_context":{"text":"Internet","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/tekno\/internet\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/digitalocean.png?fit=1151%2C839&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]},{"id":915,"url":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/kerjaan\/simda-keuangan\/apa-yang-terjadi-di-dalam-database-simda-keuangan-part-1\/","url_meta":{"origin":27,"position":5},"title":"Apa yang Terjadi di Dalam Database SIMDA Keuangan? Part 1","author":"noekaz","date":"20 Mei 2016","format":false,"excerpt":"Tulisan ini saya tulis hanya ingin\u00a0berbagi kepada\u00a0para administrator yang baru\u00a0berkecimpung dalam dunia per-SIMDA-an. Pengetahuan saya tentang apa yang terjadi di balik database SIMDA masih belum lengkap, masih perlu banyak belajar lagi.\u00a0Apa saja yang akan saya bahas di sini? Sesuai judulnya, saya akan membedah proses yang terjadi pada database SIMDA terutama\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;SIMDA Keuangan&quot;","block_context":{"text":"SIMDA Keuangan","link":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/category\/kerjaan\/simda-keuangan\/"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/simdakeu.jpg?fit=1200%2C656&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/simdakeu.jpg?fit=1200%2C656&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/simdakeu.jpg?fit=1200%2C656&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/simdakeu.jpg?fit=1200%2C656&ssl=1&resize=700%2C400 2x, https:\/\/i0.wp.com\/blog.nukasrama.com\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/simdakeu.jpg?fit=1200%2C656&ssl=1&resize=1050%2C600 3x"},"classes":[]}],"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.nukasrama.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}